Melatih Drum Band Untuk Anak TK/SD

Sudah banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang mempunyai peralatan drum band/marching band, akan tetapi belum tentu sekolah yang sudah memiliki peralatan drum band/marching band juga sudah memiliki pelatih Drum Band. Karena begitu minimnya tenaga pelatih drum band/marching band untuk sekolah khususnya TK/SD yang ada di Indonesia ini, kebanyakan dari insan marching band hanya sebagai pemain saja dan setelah tidak menjadi pemain biasanya mantan-manatan pemain ogah untuk melatih Drum Band/ Marching Band, apalagi untuk melatih anak-anak TK/SD.

Dari Keterangan diatas berarti tenaga pengajar/pelatih Drum Band untuk TK/SD bisa dikatakan langka. Untuk itu kami ada beberapa tutorial atau panduan untuk mengajar anak-anak TK/SD dalam melatih Drum Band.

Diantara yang harus di miliki seorang pelatih drum band TK/SD adalah sbb:

1. Minimal kita harus memiliki dasar musik yang cukup.
2. Sabar
3. tekun
4. tidak mudah putus asa
5. selalu kreatif

5 syarat diatas itu setidaknya harus anda miliki sebelum terjun menjadi seorang pelatih Drum Band.

Selanjutnya apa yang harus diajarkan ke anak-anak?

1. Kedisiplinan (sesuai kemampuan anak TK/SD)
2. Materi Drum Band yang akan kita ajarkan
3. Kekompakan
4. Komunikatif
5. Intermesso

Untuk materi yang akan diberikan usahakan kita menggunakan metode yang paling mudah diingat anak, silakan menggunakan bahasa apa aja bebas seperti hitungan “1-9”, “ka-ki”, “a, b, c, d” atau yang lainnya tapi biasanya saya menggunakan hitungan “1-9” yang penting mudah diingat anak-anak tetapi nilai pukulannya harus sama dengan apa yang akan kita ajarkan.

Selanjutnya materi yang pertama diajarkan ke anak-anak adalah:

1. Pemanasan (Warming up)

a. Kita bisa mengajarkan ke anak pukulan “single” kanan 8 X kiri 8X sebanyak 2X ulangan. Gunakan ucapan tu, wa, ga, pat, ma, nam, juh, pan
b. Selanjutnya pukulan “didle” kanan 5X dan kiri 5X sebanyak 2X ulangan ucapannya adalah satu X dua X tiga X empat X liima (dibaca agak cepat dan untuk yang liima agak dipanjangkan “I” nya agak panjang)
c. Pukulan Trididle yaitu memukul 3X pukulan ditambah hitungan “satu”. Dengan metode pengucapan “berhenti-berhenti-berhenti-sa-tu” (bisa dikembangkan sendiri metode pengucapannya).

2. Materi inti

a. Standar pukulan anak TK dan anak SD adalah pukulan 5X. yaitu kanan dan kiri memukul secara bergantian (cara pengucapannya adalah “tuwagapatma” dengan tempo agak cepat. Tangan kanan dan tangan kiri memukul secara bergantian, dalam arti tu=kanan wa=kiri dan seterusnya
b. Prak-prak atau Flam digunakan untuk lagu kejutan atau break.cara mukulnya tangan kanan dan kiri memukul secara bersamaan.
c. Pukulan 5 doubel yaitu cara mukulnya sama dengan yang di sub-a. kanan dan kiri bergantian mukul tetapi hitungannya double. Dan cara ucapannya adalah (tu, du-a, ti-ga, em-pat, li-ma).

Kayaknya sudah cukup cara pengajaran drum bandnya pukulan di atas sudah bisa digunakan untuk lagu-lagu yang sederhana. Dan Pukulan pukulan di atas bisa dikembangkan sendiri sesuai dengan keinginan kita, yang penting kita sabar, tidak mudah emosi, putus asa, dan paling penting kontinyuitas. Semoga bermanfaat untuk bersama.

Metode Melatih Display/Formasi Untuk Anak TK

Dalam dunia Drum Band, Sebenarnya Display atau formasi tidak selalu digunakan, semua mengarah pada format pertunjukan yang akan kita lakukan. karena dalam Drum Band kita mengenal format pertunjukan Parade dan Display showmansip (Formasi). termasuk untuk kelas TK.

Dari pengalaman saya untuk melatih display/formasi untuk anak-anak TK memang butuh kesabaran yang sangat-sangat cukup, karena anda tahu sendiri bagaimana tingkah laku anak-anak kecil sekelas TK. kadang ribut sendiri waktu kita menjelaskan, kadang ngobrol dengan temennya, kadang nangis dll, pokoknya yang membuat kita pusing lah. Tapi Semua itu jika dijalankan dengan terus-menerus dan kesabaran serta tidak putus asa saya yakin anda bisa melakukannya.

Pertama
Kita harus doktrin anak-anak TK untuk bisa menjalankan apa intruksi kita dengan penjelasan yang berulang-ulang. Tapi ingat jangan sampe emosi ya.

Kedua
ajak anak-anak ke tempat yang lapang untuk memulai formasi awal yang kita inginkan. Biasanya sih pada ribut, tidak bisa rapi/tengak-tengok, dll. Selalu beri peringatan kepada anak yang agak susah diatur, kalo perlu dekatkan muka anda ke anak tersebut, bolehlah agak marah dikiiitt. Hal itu dilakukan supaya anak selalu ingat apa yang anda peringatkan kepada anak.

Ketiga
Setelah suasana agak bisa dikendalikan mulailah gerakan demi gerakan yang anda inginkan. Boleh Kotak, Miring, segitiga, pokonya usahakan yang persegi, agar bentuk bisa terlihat. Usahan jangan bentuk yang melengkung. Seperti elips, lingkaran, atau bentuk yang melengkung lainnya. Karena bentuk melengkung biasanya jika diterapkan pada anak TK, jadinya tidak karuan. Tapi kalo bisa ya maksimalkan aja.

Keempat
Jika kita ingin bentuk 2 blok artinya bentuk terdiri dari kanan/kiri, atas/bawah, atau yang lainnya, Usahakan Pada waktu melakukan gerakan atau waktu jalan menuju bentuk yang kita inginkan, jangan menginstuksikan ke-anak untuk jalan bersamaan dengan blok yang lain atau dengan kata lain satu persatu menjalankan blok nya, kecuali kalo anak sudah paham maksut kita. karena jika kita menginstruksian bersamaan khawatir bentuk yang kita inginkan akan amburadul, jika anak sudah paham ya ga papa sih.

Kelima
Ulangi semua yang telah barusan di instruksikan minimal 2 kali ulangan. setelah anak-anak hafal lanjutkan ke bentuk selanjutnya. Perlu diingat juga beri doktrin terus-menerus kapan gerakan itu di jalankan, dengan cara memberikan tanda musik atau waktu bunyi apa mereka harus jalan.

Keenam
Jika semua bentuk rancangan anda sudah anda berikan dan anak sudah agak hafal, instruksikan ke anak untuk menjalankam secara keseluruhan. Selalu dampingi bentuk-bentuk yang menurut anda rawan amburadul. kalo perlu tuntun anaknya untuk melakukan bentuk.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.